Pengobatan Kasus al ‘Ain

‘Ain bisa diobati dengan cara ruqyah, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

“Tidak ada ruqyah (yang paling tampak pengaruh/manfaatnya) daripada ruqyah terhadap penyakit ‘ain atau hummah.”
Pengobatan bisa juga dilakukan dengan campuran air dengan tujuh lembar daun bidara hijau yang sudah ditumbuk/dihaluskan menggunakan 2 bilah batu. Kami telah melakukan hal ini pada banyak orang dan Allah ‘azza wa jalla memberikan manfaat dengannya. Ulama telah menyebutkan cara pengobatan seperti ini, di antaranya ialah Syaikh al-Allamah Abdurrahman bin Hasan Alusy Rahimahullah, penulis kitab FathulMajid, Syarhu Kitab at-Tauhid. Beliau menyebutkan hal ini dalam bab Ma Ja’a fi an-Nusyrah. Apabila Anda memiliki kitabnya, silakan melihat dan membacanya.
Tidak bolehnya bertanya atau meminta obat kepada tukang sihir, dukun, dan tukang ramal. Tidak boleh membenarkan satupun omongan mereka. Bertanyalah kepada ulama yang sebenarnya dan para pembaca al-Qur’an yang dikenal dengan kebaikan ataupun orang2 sholih yang mempunyai ilmu dari Al-Qur’an dan As-Sunnah. Mereka bisa membacakan untuk kita bacaan-bacaan yang telah disebutkan. Kita bisa juga bertanya kepada wanita-wanita salihah dari kalangan pengajar/guru yang juga mempunyai ilmu dari Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan selain mereka yang dikenal dengan kebaikan hingga mereka bisa melakukannya pada kita. Semoga Allah ‘azza wa jalla memberikan anugerah berupa kesembuhan dengan sebab-sebab ini.
Di antara yang sepantasnya Anda amalkan adalah berdoa. Anda mohon kepada Allah ‘azza wa jalla agar Dia menghilangkan apa yang menimpa Anda, karena Allah ‘azza wa jalla itu harus dimintai. Dia ‘azza wa jalla berfirman,
Dan Rabbmu berfirman, “Berdoalah kalian kepada-Ku, niscaya Aku penuhi permintaan/doa kalian. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah (berdoa) kepada-Ku, akan Aku masukkan ke dalam neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (Ghafir: 60)
Dia ‘azza wa jalla berfirman pula,
“Apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, jawablah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi semua perintah-Ku dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku agar mereka selalu berada dalam kebenaran.” (Al-Baqarah: 186)
Kita harus memohon kesembuhan hanya kepada Allah ‘azza wa jalla. Demikian pula orang tua, anak, suami istri atau saudara seiman kepada Allah ‘azza wa jalla kita agar memohon kesembuhan kita kepada Allah ‘azza wa jalla, karena seorang mukmin seharusnya mendo’akan kebaikan untuk saudaranya. Do’a adalah senjata orang yang beriman. Allah ‘azza wa jalla telah mejanjikan pengabulan do’a, maka Anda harus berdo’a dan bersungguhsungguh dalam berdo’a. Semoga Allah ‘azza wa jalla memberikan kesembuhan.
Nasehat buat kita agar meniup pada dua telapak tangan kita yang dibentangkan (seperti posisi mengangkat tangan saat berdoa) ketika hendak tidur dan membaca al-Ikhlas, al-Falaq, dan an-Nas, masing-masing 3 kali. Lalu usapkan kedua telapak tangan tersebut ke kepala, wajah, dan dada (serta anggota tubuh yang lain yang dapat dijangkau) sebanyak 3 kali (pada setiap bacaan/tiupan). Cara ini juga termasuk sebab kesembuhan. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah mengamalkannya. Di saat sakit2 beliau melakukannya ketika hendak tidur, sebagaimana berita yang sahih dari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits Aisyah radhiallahu ‘anha.
Jika orang yang mengenai ‘ain diketahui
maka ia diminta untuk mandi atau berwudhu kemudian air bekas orang tadi digunakan untuk mandi/disiram atau di basuh pada orang yang terkena ‘ain.
Sebagaimana dalam kisah hadits mengenai Sahl bin Hunaif yang terkena ‘ain maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada pelakunya,
أغتسل له فغسل وجهه ويديه ومرفقيه وركبتيه وأطراف رجليه وداخلة إزاره في قدح ثم صب ذلك الماء عليه يصبه رجل على رأسه وظهره من خلفه ثم يكفئ القدح وراءه ففعل به ذلك فراح سهل مع الناس ليس به بأس
“Mandilah untuknya !”. Kemudian ‘Amir mencuci mukanya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua lututnya, jari-jari kedua kakinya, dan bagian dalam kainnya di dalam bejana. Kemudian (air bekas mandi itu) disiramkan kepada Sahl)oleh seseorang ke kepalanya dan punggungnya dari arah belakangnya. Kemudian bejana terebut ditumpahkan isinya di belakangnya. Maka setelah hal itu dilakukan, Sahl kembali bersama orang-orang dalam keadaan tidak kurang suatu apa (sehat kembali).”[HR. Ahmad, shahih]
Bisa juga dengan wudhu, jika pelakunya tidak memungkinkan mandi,
Dari ‘Aisyah radliallaahu ‘anha ia berkata,
عن عائشة رضى الله تعالى عنها قالت كان يؤمر العائن فيتوضأ ثم يغتسل منه المعين
“Orang yang melakukan ‘Ain diperintahkan agar berwudlu kemudian orang yang terkena ‘Ain mandi dari air (bekas wudlu tadi)”[HR. Abu Dawud, shahih]
–menaruh tangan ke atas kepala penderita ‘Ain kemudian membaca doa
بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ اللهُ يَشْفِيْكَ بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ
“Dengan nama Allah, aku meruqyahmu dari setiap sesuatu yang menyakitimu dab dari kejelekan setiap jiwa atau mata yang dengki. Allah-lah yang menyembuhkanmu. Dengan nama Allah aku meruqyahmu”[HR. Muslim no. 2186]
Atau doa,
بِسْمِ اللهِ يُبْرِيْكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيْكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَمِنْ شَرِّ ذِيْ عَيْنٍ
“Dengan nama Allah, mudah-mudahan Dia membebaskanmu, dari setiap penyakit, mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai ‘Ain (mata dengki)”[HR. Muslim no 2185]

(Semua fatwa yang dibawakan kali ini diambil dari kitab Fatawa Nur ‘ala ad-Darb, Masalah Akidah, dari jawaban Samahatusy Syaikh al-Imam Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz rahimahullah.)
Wallahu a’lam bishawab.

Sebagian besar Ummat Nabi Meninggal Karena Penyakit al ‘Ain

Bahaya Penyakit ‘Ain (Pengaruh Pandangan Mata Dengki atau Takjub)
*contoh*
Ibu A : “Ini loh, anak saya belum genap dua tahun paling pintar diantara teman – teman sebayanya. Sudah bisa lari – lari, udah pinter ngomong, makannya lahap, makanya badannya montok. Duh, senengnya…”
Ibu B : “Baguslah, iya Si A emang pinter ya? Anak saya malah baru bisa jalan lebih dari 15 bulan. Makannya juga susah banget nih…”
Malamnya, si A rewel tidak seperti biasanya. Tidak mau menyusu. Kejadian itu berlangsung terus menerus hingga beberapa bulan lamanya. Tibalah waktunya si A disapih, namun dia masih enggan makan. Sepanjang malam rewel tanpa sebab, sehingga membuat badannya kurus kering. Sering sakit dan tidak lincah seperti sebelumnya. Setelah periksa ke DSA (Dokter Spesialis Anak), sang Dokter pun mengatakan tidak ada indikasi medis apapun.
Apa itu Penyakit ‘Ain?
Secara harfiah, penyakit ‘Ain itu diambil dari kata ‘ana-Ya’inu (bahasa Arab) artinya apabila ia menatapnya dengan matanya. Asalnya dari kekaguman orang yang melihat sesuatu, kemudian diikuti oleh jiwanya yang keji, kemudian menggunakan tatapan matanya itu untuk menyampaikan racun jiwanya kepada orang yang dipandangnya. Sehingga, apa yang dilihat oleh hati yang hasad dapat membahayakan orang lain.
Penyakit ‘Ain bukanlah penyakit medis, tetapi dapat mengganggu kesehatan orang yang terkena ‘Ain. Yang paling rentan terkena penyakit ‘Ain adalah anak – anak dan balita, karena mereka masih lemah dan belum bisa membentengi dirinya sendiri dari pengaruh jahat di sekitarnya. Tidak menutup kemungkinan, akan menimpa orang dewasa, ibu hamil, hewan, bahkan harta benda.
Dari Ilustrasi kasus di atas, terlihat jelas bahwa Ibu A tengah menceritakan tentang kepintaran anaknya kepada Ibu B. Namun, kondisi anak Ibu B tidaklah lebih baik dari Si A. Secara tersirat, Ibu B merasa iri dengan perkembangan Si A yang bagus. Dari perbincangan inilah, panah hasad mengenai si A. Sehingga, menyebabkan malamnya si A rewel. Padahal, dari lisannya meluncurkan pujian, namun disertai rasa dengki, yang tentu saja, setan turut berperan dalam membidikkan panah ‘Ain, hingga mengenai sasarannya.
Penyakit yang diderita anak-anak tidak semuanya bisa dideteksi dengan ilmu kedokteran. Ada juga sebab syar’i yaitu penyakit ‘ain. Sebagaimana pernah terjadi di zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pernah melihat anak perempuan di rumah Ummu Salamah istri beliau. Di wajah anak itu ada warna kehitaman. Beliau kemudian berkata kepada Ummu Salamah,“Ruqyahlah dia, karena dia terkena ‘ain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa penyakit ‘ain ada dua jenis, yaitu ‘ain insi atau ‘ain yang berunsur manusia, dan ‘ain jinni atau ‘ain yang berunsur jin.
Dalam sebuah hadits yang dikeluarkan oleh Al-Bukhori dan Muslim serta yang lainnya, diriwayatkan dari Ummu Salamah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah melihat seorang budak wanita di rumahnya yang wajahnya terlihat kusam. Beliau berkata, ”Ruqyah wanita ini, ia terkena ‘ain.
Apakah Penyakit ‘Ain Benar Adanya?
Secara hakiki Penyakit ‘Ain itu benar adanya. Dari Ibnu Abbas Radhyallahu ‘anhumma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “’Ain itu benar adanya, andaikan ada sesuatu yang dapat mendahului taqdir maka ‘ain akan mendahuluinya, dan apabila kalian diminta untuk mandi maka mandilah.” (HR. Muslim).
“Al-‘Ain adalah benar yang didatangkan oleh syaitan, dan oleh kehasadan anak adam”(Imam Ahmad)

Penyakit ‘ain itu benar-benar ada dan bukan khurafat yang dihubung-hubungkan dengan pujian. Sebagaimana anggapan sebagian besar masyarakat Indonesia bahwa pujian kepada seorang anak akan menyebabkan sakit. Jadi bukan pujian yang menyebabkan dampak buruk bagi anak yang dipujinya, melainkan bermula dari pandangan mata sang pemujinya, baik pujian itu karena ada rasa iri atau karena benar-benar ada kekaguman.
Bagaimana Cara Kerja Penyakit ‘Ain?
Ibnu Hajar berkata : “Sebagian orang merasa bingung, mereka bertanya: ‘Bagaimanakah cara kerja ‘ain sehingga bisa memudharatkan orang dari jarak yang jauh?’. Sudah banyak sekali orang yang tertimpa sakit dan kekuatannya melemah hanya karena pandangan mata, semua itu terjadi karena ALLAH menciptakan di dalam unsur ruh suatu kekuatan yang bisa memberikan pengaruh, dan karena pengaruh tersebut sangat berkaitan dengan mata maka pengaruh yang ditimbulkannya disebut al-ain (mata), sebenarnya bukan mata yang memberikan pengaruh akan tetapi yang sebenarnya terjadi adalah pengaruh ruh, maka pandangan yang keluar melalui mata seorang (yang hasad atau kagum) adalah panah maknawi yang jika mengenai suatu jasad yang tidak berperisai maka panah tersebut akan mempengaruhi badan dan jika tidak berpengaruh berarti ia tidak mengenai sasarannya akan tetapi kembali kepada pemiliknya, persis sama dengan panah biasa”.
Oleh karenanya, panah yang keluar dari mata adalah panah berupa ungkapan tentang sifat seseorang, ia adalah racun lisan, buktinya adalah seorang yang buta bisa menimpakan penyakit ‘ain kepada orang lain, dan Setan yang selalu mengintai melahap ungkapan lisan yang tidak dibarengi dengan menyebut nama ALLAH sehingga bisa berpengaruh pada jasad orang yang didengki dengan izin ALLAH jika jasad tersebut tidak dibentengi (dengan Dzikir dan Wirid).
Ibnu Qoyyim rohimahulloh mengatakan bahwa terkadang seseorang bisa mengarahkan ‘ain kepada dirinya sendiri. Pelakunya termasuk jenis manusia yang paling jahat.
Ibnu Jauzi berkata : “Pandangan baik yang bercampur dengan hasad, iri, dengki dan kejelekan lainnya terjadi karena orang yang memandang tersebut memiliki tabiat dan perilaku yang jelek, laksana sesuatu yang beracun (yang mulai mengalir di dalam tubuh).
Namun terkadang pengaruh buruk ‘ain terjadi tanpa kesengajaan dari orang yang memandang takjub terhadap sesuatu yang dilihatnya. Lebih dari itu pengaruh buruk ini juga bisa terjadi dari orang yang hatinya bersih atau orang-orang yang sholih sekalipun mereka tidak bermaksud menimpakan ‘ain kepada apa yang dilihatnya. Hal ini pernah terjadi diantara para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal hati mereka terkenal bersih, tidak ada rasa iri atau dengki terhadap sesamanya. Akan tetapi dengan izin Alloh dan takdirnya, pengaruh buruk ‘ain ini dapat terjadi diantara mereka.

Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad (4: 153) berkata,
ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية
“’Ain bukan hanya lewat jalan melihat. Bahkan orang buta sekali pun bisa membayangkan sesuatu lalu ia bisa memberikan pengaruh ‘ain meskipun ia tidak melihat. Banyak kasus yang terjadi yang menunjukkan bahwa ‘ain bisa menimpa seseorang hanya lewat khayalan tanpa melihat.”
Pada umumnya reaksi pengaruh pandangan mata ini lebih cepat terjadi kepada orang-orang yang “kosong” dari dzikir kepada Allah swt. Allah berfirman di dalam Alqur’an yang artinya: “Dan sesungguhnya orang-orang kafir itu benar-benar hampir menggelincirkan kamu dengan pandangan mata mereka, tatkala mereka mendengar Al-Qur’an dan mereka berkata : “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila)”.” (QS. Al-Qalam : 51).
Imam Al-Qasthalani berkata : Apabila seseorang itu melihat sesuatu kepada orang lain dengan penuh kekaguman (tanpa dibarengi dzikrullah) maka bisa terjadi suatu bahaya kepada orang yang dipandangnya. Dan pandangan orang itu seperti panah beracun yang siap untuk menikam korbanya!!
Bagaimana Cara Mengetahui Seseorang Terkena ‘Ain?
A. Pada Orang Dewasa Yang sehat Jasmani

1.) Kepala pusing

2.) Wajah yang menguning

3.) Banyak berkeringat

4.) Banyak Kencing

5.) Sering ingin muntah dan menguap

6.) Sedikit tidur atau banyak tidur

7.) Tidak mempunyai nafsu makan

8.) Basah pada kedua tangan dan kaki yang disertai dengan kesemutan, hati bergetar, perasaan takut yang tidak normal, marah dan temperamental yang berlebihan, sedih dan sempit di dalam dada.

9.) Nyeri pada bagian punggung dan antar kedua pundak

10.) Tidak bisa tidur pada waktu malam

Tanda – tanda di atas terkadang ada baik semua maupun sebagian, tergantung pada kekuatan ‘ain tersebut dan banyaknya orang yang menyebabkan penyakit ‘ain, sebagaimana tanda – tanda ini juga terdapat pada orang yang tidak terkena penyakit ‘ain atau karena orang tersebut dijangkiti penyakit medis pada anggota badan atau jiwanya.

B. Pada Bayi, Balita dan Anak – anak

1.) Tangisan yang tidak wajar yang tidak kunjung hentiAisyah Radhiyallahu ‘anha berkata : “Suatu ketika Nabi masuk (rumahnya) kemudian mendengar bayi sedang menangis. Beliau berkata,”Mengapa bayi kalian menangis? Mengapa tidak kalian bacakan ruqyah – ruqyah (supaya sembuh) dari penyakit ‘ain?) (Shahihul jami’ 988 n0.5662)

2.) Kejang-kejang tanpa sebab yang jelas

3.) Tidak mau menyusu kepada ibunya tanpa sebab yang jelas

4.) Kondisi tubuh yang sangat kurus kering. Dari Jabir Radhiyallohu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam memberi rukhshoh (keringanan) bagi anak-anak Ja’far memakai bacaan ruqyah dari sengatan ular. Beliau berkata kepada Asma’ binti Umais, ”Mengapa aku lihat badan anak-anak saudaraku ini kurus kering? Apakah mereka kelaparan?” Asma’ menjawab : “Tidak, akan tetapi mereka tertimpa ‘Ain.” Kata beliau, ”Kalau begitu bacakan ruqyah bagi mereka!” (HR Muslim, Ahmad dan Baihaqi).
Perbedaan ‘Ain dengan Sihir
1. Bahwa pengaruh ain lebih berbahaya dari sihir

2. Kasus sihir ada expirednya sedangkan ‘ain tidak

3. Kasus sihir sengaja dimaksudkan untukmencelakakan, sedangkan al-‘ain tidak dimaksudkan untuk mencelakai bahkan bisa timbul dari ayah/ibunya sendiri

4.Sihir tidak dilakukan kecuali oleh orang JAHAT… sdangkan al-‘Ain bisa mlesat dari mata orang yang SHALEH

5.Saking bahayanya al-‘Ain sampai2-sampaiRasulullah bersabda :

أكثر من يموت من امتي بعد قضاء الله و قدره بالعين

“Kebanyakan yang mati pada ummatku setelah qadha dan qadarnya Allah adalah karena pengaruh pandangan mata jahat” (HR.Bukhari)

Indikasi Penyakit karena ‘ain menurut ‘ulama’
1. Rasa sakit yg berpindah – pindah di badan

2. Sebagian besar penyakit kanker/tumor/benjolan

3. Penyakit asma

4. Lumpuh mendadak

5. Mandul

6. Diabetes

7. Tekanan darah tidak stabil

8. Datang bulan tidak teratur

9. Beberapa penyakit dalam seperti usus

10. Beberapa penyakit kejiwaan, seperti sempit hati, was-was, linglung, dsb

Ciri-ciri seseorang yg sudah terkena ‘ain
* Kepala pusing

* Rasa sakit kepala yg berpindah-pindah

* Warna wajah kekuning-kuningan, kadang kemerah-merahan bercampur hitam

* Banyak keluar keringat

* Sering buang air kecil

* Sering ingin muntah

* Tidak ada nafsu makan

* Kedua tangan dan kaki sering berkeringat disertai kesemutan

* Kesemutan

* Rasa panas / dingin di beberapa bagian tubuh

* Jantung berdebar

* Rasa sakit yg berpindah-pundah atau nyeri pada bagian. bawah punggung dan bahu

* Rasa sedih

* Dada sesak

* Berkeringat di malam hari

* Rasa takut yg berlebihan

* Temperamental

* Sering cegukan

* Sering menguap dan Mendesah

* Menyendiri dan suka mengurung diri

* Rasa lemas dan malas

* Rasa ingin tidur terus atau sedikit tidur

* Susah tidur malam

* Badan kurus/susah gemuk

* Ada masalah kesehatan tanpa penyebab yg jelas dan sulit diobati scara medis

*Gatal-gatal pada kulit

*Anak tiba-tiba sering rewel sulit diatur

(Sumber diambil dari kitab “Min asbaabi daf’i al-bala’ karya syaikh Abdullah bin Muhammad As Sadhan dan “Al Ma’iin Fii ‘Ilaaj As Sihr Wal Mass Wal ‘Ain karya syaikh Abu ‘Azzam Musa)

Bagaimana Upaya Orang Tua Agar Anak Terhindar Dari Penyakit ‘Ain?
1. Hendaklah orang tua membiasakan diri mereka membentengi anak-anaknya dari bahaya ‘ain dengan ruqyah-ruqyah (bacaan-bacaan) yang diajarkan dalam Islam. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Nabi shallallahu allaihi wa sallam memohon perlindungan ALLAH untuk Hasan dan Husain dengan doa :

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

“U’idzukuma bi kalimaatillaahit taammati min kulli syaithonin wa haamatin wa min kulli ‘ainin laamatin.”

“Aku berlindung kepada ALLAH untuk kalian berdua dengan kalimat – kalimat ALLAH yang sempurna dari segala syaitan, binatang yang berbisa dan pandangan mata yang jahat.” (HR. Abu Daud)

2. Sebagaimana yang telah disebutkan oleh Imam Ibnul Qoyyim dalam Zadul Ma’ad 4/159, hendaknya para orang tua tidak menampakkan suatu kelebihan yang menakjubkan yang dimiliki anak-anaknya yang dikhawatirkan akan mengundang rasa iri atau kedengkian orang yang melihatnya. Lalu Ibnu qoyyim menukil atsar dari Imam Baghowi bahwasanya pernah suatu ketika Utsman bin Affan Radhyallahu ‘anhu melihat seorang anak kecil yang sangat elok rupanya lagi menawan, kemudian Ustman berkata, “Tutupilah (jangan ditampakkan) lubang dagu (yang membuat orang takjub) pada anak itu.” Maka keadaan seperti itu sangat dikhawatirkan akan terjadinya pengaruh buruk ‘ain. Lebih-lebih kalau ada orang yang terkenal mempunyai sifat iri dan dengki.

3. Hendaklah para orang tua tidak berlebihan menceritakan kelebihan – kelebihan atau kebaikan – kebaikan anaknya yang tidak dimiliki anak-anak lain, sehingga mengundang rasa iri dan dengki siapa saja yang mendengarnya, kemudian berusaha melihatnya, hingga ALLAH menakdirkan terjadinya pengaruh buruk ‘Ain tersebut.
Upaya Apa Yang Harus Ditempuh Jika Anak Tertimpa Penyakit ‘Ain?
1.) Memandikan Pelaku ‘Ain

Jika telah diketahui pelaku ‘Ain-nya, maka perintahkanlah ia agar mandi kemudian air yang dipakai mandi tersebut diambil dan disiramkan kepada orang yang terkena ‘Ain dari arah belakangnya.

Dari Umamah bin Sahl bin Hunaif, bahwasannya ayahnya telah menceritakan kepadanya : Bahwa Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam pergi bersamanya menuju Makkah. Ketika sampai di satu celah bukit Kharar di daerah Juhfah, maka Sahl bin Hunaif mandi. Ia adalah seorang yang yang berkulit sangat putih dan sangat bagus. Maka ‘Amir bin Rabi’ah – kerabat Bani ‘Adi bin Ka’b – memandangnya ketika ia sedang mandi. ‘Amir berkata : ‘Aku belum pernah melihat seperti sekarang, juga tidak pernah melihat kulit wanita perawan bercadar’. Maka tiba-tiba Sahl jatuh terguling (karena sakit. Maka datag Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan dikatakan kepada beliau : “Wahai Rasulullah, apa kira-kira yang terjadi pada Sahl ? Ia (Sahl) tidak bisa mengangkat kepalanya dan sekarang ia belum juga sadar”. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam bertanya : “Apakah ada seseorang yang kalian curigai ?”. Mereka berkata : “Amir bin Rabi’ah telah memandangnya”. Kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam memanggilnya lalu memarahinya dan bersabda : ‘Mengapa salah seorang diantara kalian hendak membunuh saudaranya ? Mengapa ketika kamu melihat sesuatu hal yang menakjubkanmu, kamu tidak memberkahi ?”. Kemudian beliau berkata kepadanya : “Mandilah untuknya !”. Kemudian ‘Amir mencuci mukanya, kedua tangannya, kedua sikunya, kedua lututnya, jari-jari kedua kakinya, dan bagian dalam kainnya di dalam bejana. Kemudian (air bekas mandi itu) disiramkan kepadanya (Sahl) oleh seseorang ke kepalanya dan punggungnya dari arah belakangnya. Kemudian bejana tersebut ditumpahkan isinya di belakangnya. Maka setelah hal itu dilakukan, Sahl kembali bersama orang-orang dalam keadaan tidak kurang suatu apa (sehat kembali). ” (HR. Ahmad, Malik, dan Nasa’i)
Bisa juga pelaku ‘Ain cukup berwudhu saja dan kemudian air bekas wudhunya dipakai mandi oleh orang yang terkena ‘Ain.
Dari ‘Aisyah radliyallaahu ‘anhu ia berkata : “Orang yang melakukan ‘Ain diperintahkan agar berwudlu kemudian orang yang terkena ‘Ain mandi dari air (bekas wudlu tadi).” (HR. Abu Dawud)

At-Tirmidzi menjelaskan : ”Pelaku ‘ain diperintahkan untuk mandi dengan menggunakan air dalam baskom. Lalu meletakkan telapak tangannya di mulut dan berkumur-kumur, lalu disemburkan ke dalam baskom tersebut. Baru setelah itu membasuh wajahnya dengan air dalam baskom tersebut, lalu memasukkan tangan kirinya dan mengguyurkan air ke lutut kanannya dengan air baskom tersebut. Kemudian memasukkan tangan kanannya dan menyiramkan air baskom itu ke lutut kirinya. Baru kemudian membasuh tubuh di balik kain, namun baskom itu tidak usah diletakkan di atas tanah atau lantai. Setelah itu sisa air diguyurkan ke kepala orang yang terkena ‘ain dari arah belakang satu kali guyuran. 
2.) Meruqyahnya dan Meletakan tangan ke atas kepala penderita ‘Ain dengan membaca :

بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ يُؤْذِيْكَ مِنْ شَرِّ كُلِّ نَفْسٍ أَوْ عَيْنٍ حَاسِدٍ اللهُ يَشْفِيْكَ بِسْمِ اللهِ أَرْقِيْكَ

“Dengan nama ALLAH, aku meruqyahmu dari setiap sesuatu yang menyakitimu dan dari kejelekan setiap jiwa atau mata yang dengki. ALLAH-lah yang menyembuhkanmu. Dengan nama ALLAH aku meruqyahmu” (HR. Muslim)

بِسْمِ اللهِ يُبْرِيْكَ وَمِنْ كُلِّ دَاءٍ يَشْفِيْكَ وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ وَمِنْ شَرِّ ذِيْ عَيْنٍ

“Dengan nama ALLAH, mudah-mudahan Dia membebaskanmu, dari setiap penyakit, mudah-mudahan Dia akan menyembuhkanmu, melindungimu dari kejahatan orang dengki jika dia mendengki dan dari kejahatan setiap orang yang mempunyai ‘Ain (mata dengki)” (HR. Muslim)

3.) Meletakkan tangan di bagian atas yang sakit dan meruqyah dengan QS. Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas, Ayat Kursi, bagian penutup surat al – Baqarah (dua ayat terakhir), serta mendo’akan dengan do’a ruqyah yang syar’i.

4.) Membacakan pada air (dengan bacaan –bacaan ruqyah yang syar’i) disertai tiupan, dan kemudian meminumkan pada penderita,dan sisanya disiramkan ke tubuhnya. Hal itu pernah dilakukan Rasulullah shollallhu alaihi wa sallam kepada Tsabit bin Qois. (HR. Abu Daud)

5.) Dibacakan (bacaan) pada minyak dan kemudian minyak itu dibalurkan. (HR Ahmad). Jika bacaan itu dibacakan pada air zam-zam,maka yang demikian itu lebih sempurna jika air zam-zam itu mudah diperoleh atau kalau tidak, boleh juga dengan air hujan.
Sunnah – Sunnah Ketika Memandang Takjub Terhadap Sesuatu
1. Mendoakan keberkahan kepada apa yang dilihatnya

Dari Amir bin Robi’ah Radhiyallahu ‘anhu :

Rasullullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda : “Jika salah seorang dari kalian melihat sesuatu yang menakjubkan dari saudaranya, pada dirinya atau pada hartanya, maka doakan keberkahan padanya, karena sesungguhnya penyakit ain itu haq (benar). (HR Ahmad).

Di antara cara mendoakan keberkahan terhada apa yang dilihatnya adalah :

اللَّهُمَّ بَارَكَ اللَّهُ فِيهِ

“Ya ALLAH Semoga ALLAH memberikan berkah padanya”

اللَّهُمَّ بَارِكْعَلَيْهِ

“Ya ALLAH berkahilah atasnya”

اللَّهُمَّ بَارِكْلَهُ

“Ya ALLAH Berkahilah Baginya ”

2. Hendaknya Mengucapkan :

مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ

“Sungguh atas kehendak ALLAH – lah semua ini terwujud”
Kesalahan – kesalahan Orang Tua Ketika Anak Tertimpa ‘Ain
Meletakkan gunting di bawah bantal si bayi dengan keyakinan itu akan menjaganya. Sungguh ini termasuk kesyirikan karena menggantungkan sesuatu pada yang tidak dapat memberi manfaat atau menolak bahaya.

Mengalungkan anak dengan Jimat, Penangkal Tolak Bala, dan lain sebagainya. Ini juga termasuk perbuatan syirik dan hanya akan melemahkan si anak dan orang tua karena berlindung pada sesuatu selain ALLAH Subhanahu wa Ta’ala. Dan sungguh, amat dashyat ancaman bagi Pelaku Syirik. Yaitu Dosa Besar Menyekutukan ALLAH dengan selainNya, serta tidak akan diampuni hingga Pelakunya benar – benar bertaubat.
Apakah Memajang Foto Di Facebook Dapat Menyebabkan Penyakit ‘Ain?
Terkena ain tidak harus dengan cara melihat langsung korban ain. Namun bisa juga terjadi dengan membayangkan atau mengkhayalkan apa yang disampaikan kepadanya. Termasuk dengan melihat foto atau gambar korban ain tersebut.

Ibnul Qoyim rahimahullah mengatakan,
ونفس العائن لا يتوقف تأثيرها على الرؤية ، بل قد يكون أعمى فيوصف له الشيء فتؤثر نفسه فيه وإن لم يره ، وكثير من العائنين يؤثر في المعين بالوصف من غير رؤية
”Jiwa orang yang menjadi penyebab ain bisa menimbulkan ain, tanpa harus dengan melihat. Bahkan terkadang ada orang buta, kemudian diceritakan tentang sesuatu kepadanya, lalu jiwanya bisa menimbulkan ain, meskipun dia tidak melihat sesuatu itu. Dan ada banyak penyebab ain yang bisa menjadi sebab terjadinya ain, hanya dengan cerita tanpa melihat langsung.” (Zadul Ma’ad, 4/149)

Setelah membawakan keterangan Ibnul Qooyim di atas, dalam Fatwa Islam dinyatakan,
وبهذا يتبين أن العائن قد ينظر إلى صورة الشخص في الحقيقة أو في التلفاز ، وقد يسمع أوصافه فيصيبه بعينه ، نسأل الله السلامة والعافية
“Berdasarkan keterangan di atas, jelaslah bahwa penyebab ain bisa jadi ketika melihat gambar seseorang atau melalui televisi, atau terkadang hanya mendengar ciri-cirinya, kemudian orang itu terkena ain. Kita memohon keselamatan kepada Allah.”
Kemudian beliau mengingatkan,
وننبه إلى أن بعض الناس يستسلم للوساوس والهواجس ، ويظن أنه سيصاب بالعين كلما رزق نعمة ، أو جاءه خير ، وهذا من الضعف والعجز ، فإن المؤمن لديه من الأسلحة ما يتحصن بها من شر العين والحسد والسحر ، فعليه أن يتوكل على ربه ، ويعتصم به ، ويداوم على الذكر الواقي من تلك الشرور
”Kami ingatkan, sebagian orang telah menjadi korban was-was dan bisikan. Dia selalu dihantui dengan perasaan seolah terkena ain ketika mendapat rizki atau mendapat kabar baik. Semacam ini termasuk kelemahan mental. Karena setiap mukmin memiliki senjata yang bisa dia gunakan untuk melindungi dari ain, hasan dan sihir. Karena itu, selayaknya dia bertawakkal kepada Allah, memohon perllindungan kepadanya, dan merutinkan dzikir sebagai benteng dari semua kejahatan tersebut.”

(Fatwa Islam, no. 122272)
Sebagai bentuk kehati – hatian, sebaiknya tidak memajang foto Bayi, anak – anak, maupun Wanita di Facebook.
Sikap Terbaik Dalam Menyikapi Bahaya ‘Ain
Perlulah kita selalu mengingat, bahwa sekalipun kita mengetahui bahaya ‘ain memiliki pengaruh besar dan berbahaya, namun tidaklah semua dapat terjadi kecuali dengan ijin ALLAH Subhanahu wa Ta’ala. Dan kita sebagai orang Islam tidaklah berlebihan dalam segala sesuatu. Termasuk dalam masalah ‘ain ini, maka seseorang tidak boleh berlebihan dengan menganggap semua kejadian buruk berasal dari ‘ain, dan juga tidak boleh seseorang menganggap remeh dengan tidak mempercayai adanya pengaruh ‘ain sama sekali dengan menganggapnya tidak masuk akal. Ini termasuk pengingkaran terhadap hadits-hadits shahih Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam. Sikap yang terbaik bagi seorang muslim adalah berada di pertengahan, yaitu mempercayai pengaruh buruk ‘ain dengan tidak berlebihan sesuai dengan apa yang dikabarkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Wallahu a’lam bishawab

====

Sumber: dari berbagai sumber

Mengenal Dua Sifat Al ‘Ain

CARA MEMBEDAKAN ‘AIN YANG BERASAL DARI RASA KAGUM DENGAN ‘AIN YANG BERASAL DARI RASA DENGKI

Oleh : ustadz Salahudin Sunan al Sasaki

ﺑﺴﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﺣﻤﻦ ﺍﻟﺮﺣﻴﻢ

ﺍﻟﺤﻤﺪ ﻟﻠﻪ ﺭﺏ ﺍﻟﻌﺎﻟﻤﻴﻦ ﻭﺍﻟﺼﻼﺓ ﻭﺍﻟﺴﻼﻡ ﻋﻠﻰ ﺍﺷﺮﻑ ﺍﻻﻧﺒﻴﺎﺀ ﻭﺍﻟﻤﺮﺳﻠﻴﻦ ﻭﻋﻠﻰ ﺁﻟﻪ ﻭﺍﺻﺤﺎﺑﻪ ﺃﺟﻤﻌﻴﻦ.ﺃﻣﺎ ﺑﻌﺪ:
Sudah banyak sekali kita membahas masalah ‘ain dan hasad,namun sedikit sekali yang mengetahui perbedaannya.Ciri-cirinya yang menonjol merupakan qorinah/indikator yang dapat mengeluarkan kita dari kemiripan keduanya sehingga kita dapat mengetahui jenis ‘ain yang sedang menimpa kita.Sebelum kita masuk ke ciri-ciri menonjol/indikatornya,mari terlebih dahulu kita mengulang kembali definisi dari ‘ain mu’jabah dan ‘ain haasidah.Kita ulang kembali makna keduanya hanya sebagai pengingat atau sebagai ilmu baru bagi yang sama sekali belum mengerti tentang ‘ain dan hasad ini.Berikut definisi keduanya dan perhatikan dengan baik-baik perbedaan keduanya agar tidak keliru dalam menvonis suatu penyakit:
1.’ain mu’jabah adalah ‘ain/pandangan yang keluar dari jiwa yang merasa  kagum kepada seseorang kepada orang lain sehingga orang lain ini merasakan perubahan negatif pada prilakunya.Jenis ‘ain ini bisa keluar dari orang baik maupun tidak baik dan berpengaruh pada orang yang dikagumi yang berhubungan dengan jiwanya atau perasaannya.Contohnya:Saya mengagumi kepintaran Ali dengan mengatakan:”Ali kamu pintar sekali”! Atau saya mengagumi kecantikan seorang wanita dengan mengatakan:”Kamu cantik sekali”! Kalau kita perhatikan rasa kagum diatas yang diungkapkan dengan kalimat pujian dan pujian itu tanpa diberkahi,dengan izin Allah,pujian atau rasa kagum tersebut dapat menyebabkan perubahan jiwa dan prilaku seseorang yang kita puji secara tiba-tiba seperti; tiba-tiba malas,ngantukan,suka menyendiri,dan kehilangan nafsu makan.Dampak-dampak tersebut adalah indikator dari seseorang itu sudah terkena ‘ain mu’jabah/kagum.Perhatikan lagi dan ingat dengan baik-baik!
2.’ain haasidah adalah pandangan yang keluar dari jiwa seseorang yang merasa dengki dan ingin agar orang atau benda yang ia pandang itu rusak atau sakit.Jadi pandangan ini keluar dari jiwa yang kotor melalui mata dengan tujuan agar yang di pandang itu sakit atau rusak.Contohnya; Saya merasa iri terhadap tetangga saya yang baru saja membeli mobil lalu ketika melihat mobilnya jiwa saya sakit atau merasa iri sekali.Rasa iri ini lalu keluar melalui pandangan mata saya dengan tujuan agar mobil ini rusak,dll.Ketika jiwa kotor ini keluar melalui mata,dengan izin Allah,mobil itu akan rusak walaupun masih baru.Contoh lain seperti; Saya benci sekali pada teman sekolah saya yang memiliki prestasi di sekolah dan setiap kali saya bertemu dengannya,jiwa saya terasa terbakar karena dengki padanya.Jiwa kotor saya ini keluar melalui pandangan saya setiap kali saya bertemu dengannya,maka teman saya ini tiba-tiba sakit dan tidak pernah masuk sekolah lagi.Jadi indikator/qorinah dari ‘ain haasidah adalah menyerang tubuh bukan menyerang prilaku orang yang kita dengki.Misalnya orang yang kita dengki ini tiba-tiba kepalanya sakit,tiba-tiba divonis kanker,dan lain-lain yang berhubungan dengan sakit pada anggota tubuhnya.Jelasnya qorinah/indikator dari ‘ain haasidah adalah menyerang fisik orang yang didengki bukan menyerang psikisnya.Dari kedua perbedaan ciri diatas,saya berharap agar mulai sekarang kita bisa mengetahui sebab dari ciri yang timbul pada kita atau orang lain.Demikian semoga bermanfaat.Aamiiin

وصلى الله على محمد وآله وصحبه وسلم.والحمد لله رب العالمين.والله تعالى اعلى و اعلم.

Ciri ciri Korban Sihir

Oleh : Ustadz Rizqy Ginanjar al Bantanny

Info Ruqyah Semarang: 

Ustadz Baskoro 081229894430

​◎ Ciri ciri spesifik Terindikasi sihir ◎

~ Ciri ketika Dalam Tidur & Mimpi ~
1. Seperti Ada yang berbisik ditelinga atau terdengar nafas berat menghembus ketika baru memejamkan mata
2. Mendengar Geraman Tanpa Sosok ketika memejamkan mata
3. Leher terasa Ada yang mencekik Seperti ada yang mau membunuh
4. Mimpi Disakiti Atau dibunuh Oleh makhluk menyeramkan.
5. Mimpi dilukai oleh seseorang atau makhluk menyeramkan , Tapi ketika terbangun Lukanya menjadi kenyataan Biasanya Cakaran Atau sayatan .
6.  Mimpi Dikubur 
7. Mimpi  Dikerangkeng dan disiksa
Sihir itu Identik dengan Berulang – Ulang Jadi Lebih dispesifikan jika hal hal diatas Terjadi bila Berulang setiap harinya dan berturut – turut.
~ Dalam Penyakit Medis ~
1. Penyakit yang Bingung ( Diperiksa dan dicek lab  setiap kali diperikasa Beda hari beda penyakit yang didiagnosanya )
2. Tubuh Seperti terbakar berwarna merah atau hitam terlihat, Namun Rasanya Sakit tercampur nanah.
3. Seperti ada Benda Keras Dan besar di Ulu hati Dan Rasanya sakit sekali.
4. Seperti Ditusuk tusuk Bagian tubuh nya Dan Itu Terjadi setiap saat atau dijam jam tertentu.
5.  Terdapat Lubang dibagian Organ tubuh dalam , Dan besar Terlihat ketika di cek lab .
6. Penyakit Yang ketika Di minumkan obat dokter Pasti akan terasa lebih parah lagi .padahal Obatnya sudah Pas sesuai dengan diagnosnya.
Dll. 
~ Ciri – Ciri spesifik Terindikasi sihir Di Rumah ~ 
1. Dentuman Keras Diatap Dan itu terjadi Setiap Hari atau lebih dari Seminggu setiap hari terjadinya.
2. Tercium bau bangkai Lebih dari 5 hari Berturut turut. Dan Itu tercium oleh seluruh penghuni rumah namun selain keluarga Yang masuk rumahnya tidak mencium bau apa apa. 
3. Ketika sipenghuni Rumah Tidur Seperti ada yang menabrak keras dari bawah tanah atau tempat tidur Sehingga terpental 
Dll.

Bekam Yasyfik Atasi Nyeri Lutut

Rumah Yasyfik 081229894430

Arteri Sukarno Hatta

Jl. Bledak Anggur 6 No. 9

Tlogosari Semarang

(Rute dpt dilihat melalui google maps: YASYFIK)

—–

OSTEOARTHRITIS GENU (OA Genu)

Adalah suatu penyakit sendi degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi lutut, merupakan suatu penyakit kerusakan tulang rawan sendi yang berkembang lambat dan tidak diketahui penyebabnya, meskipun terdapat beberapa faktor resiko yang berperan. Keadaan ini sering berkaitan dengan usia lanjut.

BEKAM OA GENU

Bekam terbukti mampu memperbaiki sirkulasi di pembuluh darah kapiler dengan cara merangsang regenerasi sel darah merah sehingga dapat memperbaiki oksigen sel dan jaringan, maka pembekaman yang dilakukan di titik titik lokal yang ada di area lutut akan memperbaiki sirkulasi darah yang ada di daerah lutut. 

Dengan sirkulasi darah yang membaik di area lutut tersebut, maka akan terjadi perbaikan sistem nutrisi di sel dan jaringan di lutut tersebut.

Nutrisi dan sirkulasi darah yang baik di daerah lutut tentunya akan sangat membantu memperbaiki kerusakan yang terjadi di lutut akibat OA Genu.

TITIK SASARAN

Titik bekam OA Genu antara lain

St.34, St.35, St.36, Lp.9, Lp.10, dab Gb34

Titik titik ini dipilih karena titik inilah yang secara antagonis berdekatan dengan problem di lutut.

TITIK EKSTRA

Titik bekam tambahan tepat diatas keluhan yang muncul dengan catatan menghindari titik simpul jalur pembuluh limfatikus.

50 Ciri Orang Gangguan Jin

Klinik Ruqyah YASYFIK

Pendaftaran jadwal terapi 081229894430


A. TANDA GANGGUAN SIHIR PADA KESEHATAN FISIK & PSIKIS
1. EMOSI TINGGI dan tidak terkendali (Istri membantah suami, anak membantah ibu, dan suami yang sering memaki istri karena hal kecil).
2. Sering RAGU, WAS WAS & KETAKUTAN tanpa sebab yang jelas.
3. Adanya dorongan kuat untuk melakukan perbuatan maksiat yang berulang-ulang disertai kemalasan dan kelesuan luarbiasa untuk melakukan shalat dan ibadah lain.
4. Sulit KHUSYUK dalam mengerjakan sholat, dan LUPA rakaat shalat.
5. SESAK NAFAS dan ngantuk berat saat membaca Al Quran (tidak bisa baca lebih dari 30 Ayat atau tenggorokan yang terhenti sama sekali, bahkan tertidur saat baru buka mushaf).
6. MELEMAHNYA HATI, MINDER, suka menghayal/melamun, menyendiri dan mengurung diri dikamar secara berlebihan atau mengasingkan diri dari sosial.
7. SAKIT MENAHUN; semisal pusing dikepala, mendengung ditelinga, pegal di bahu, belikat dan paha, sakit gigi, mata, tenggorokan, lambung dan dada sesak tanpa sebab yang jelas.
8. Memandang remeh kegiatan ibadah dan lupa atau malas dzikrullah.
9. DEPRESI dan pikiran linglung, merasa sedih, jantung berdebar-debar keras.
10. Sering KESURUPAN dan Pingsan, baik separuh ingatan atau secara total.
11. Sering mendengar bisikan memanggil namanya sendiri, merasa ada yang mengajak bicara, mendengar bisikan menyuruh sesuatu kejahatan semisal; membunuh, memperkosa, memukul, meloncat dari tempat yang tinggi, terjun kesungai atau jurang, menabrakan diri dll.
12. PARANOID dan cemas, merasa bersalah terus, merasa ada yang mengikuti, mengejar dan mengancam akan membunuh.
13. Sering MENCIUM BAU–bauan wangi kembang atau dupa, bau anyir atau busuk (bangkai) yang tidak terlihat sumber baunya.
14. Pusing berlebih (VERTIGO) dan melihat benda benda seakan bergerak, berputar, terbalik , miring dan lain sebagainya.
15. Melakukan tindakan-tindakan aneh tanpa disadari atau diluar kendali atau seperti ada yang mengendalikan dan tidak bisa menahan dalam kondisi sadar sekalipun.
16. Memiliki kemampuan supernatural semisal tiba-tiba dapat meramal, menerawang, membaca fikiran orang lain atau mengetahui peristiwa yang akan terjadi.
17. Melihat atau merasakan keberadaan mahluk halus baik sekilas atau jelas.
18. Rasa sakit disalah satu anggota badan yang tidak terdeteksi dokter atau sakit menahun yang tidak ditemukan solusinya dalam dunia medis
B.TANDA-TANDA WAKTU TIDUR
19. Susah tidur (insomnia), gelisah, cemas dan sering terbangun dimalam hari. Dalam kondisi parah biasanya baru bisa tidur jam 3 pagi atau tidak tidur sama-sekali berhari-hari.
20. Susah bangun dan banyak tidur sehingga tidak bisa melakukan ibadah yang diinginkan.
21. Tindihan (mimpi seakan akan dihimpit benda yang berat dan sulit untuk melepaskan diri dari himpitan tersebut) atau mimpi melihat sesuatu yang mengancam dan menakutkan, seperti ingin berteriak minta tolong namun tidak bisa. 
22. Mimpi melihat berbagai binatang menyeramkan semisal ular, ulat, anjing, tikus besar, serigala, harimau dll.
23. Sering ngigau, tertawa, menangis, berteriak, mengomel, merintih atau bahkan jalan-jalan pada saat tidur (kondisi mata tertutup).
24. Mimpi seolah-olah jatuh dari tempat yang tinggi dan semua yang berkaitan dengan tempat tinggi; seperti mendaki tempat yang tinggi.
25. Semua mimpi tentang kuburan; melihat kuburan, melihat proses penguburan, menguburkan, dikuburkan, atau duduk-duduk dikuburan, tempat sampah atau jalan dan lingkungan yang seram dan mengerikan.
26. Mimpi melihat orang yang aneh seperti tinggi sekali, pendek sekali, putih sekali atau hitam sekali.
27. Mendengkur dengan keras (seperti harimau, dsb), mimpi-mimpi yang seram dan mengerikan.
28. Mimpi bertemu dengan orang yang sama (laki/perempuan) berkali-kali dan ingin bertemu dengan orang yang dimimpikan tersebut (mahabbah/pelet).
29. Mimpi melihat atau bertemu keluarga yang sudah meninggal, melihat mayat, mimpi mati, mimpi berbicara dengan orang yang mati dan semua mimpi yg berhubungan dg kematian.
30. Mimpi melihat suatu peristiwa dan keesokan harinya mengalami peristiwa persis seperti yang dialami dalam mimpi tersebut.
C. CIRI-CIRI TIDAK WAJAR LAIN
31.  Gejala Tipes, tubuh seperti terbakar atau terpanggang api panas namun ketika di ceck temperatur tubuh normal.
32. Emosi dan Ngantuk di Kendaraan/Tempat Kerja, Kuliah, Sekolah dll. Untuk mensukseskan keinginannya, kadang jin melakukan segala cara termasuk membuat orang ngantuk dijalan atau bahkan menggerakan tangan manusia yang dirasukinya hingga terjadi kecelakaan. Sering terjadi saat orang mau pergi ke peruqyah atau belajar ruqyah.
33. Impotensi. Sering terjadi pada mantan praktisi ilmu hitam; dukun, berbagai ilmu tenaga dalam, amalan wirid overdosis (ribuan/malam) dll. Atau terjadi karena kedzaliman jin baik karena disuruh penyihir atau maksud tertentu jin..
34. Mandul , Haid tidak Teratur, Keguguran (Sihir Nadzof). Jin bersarang di rahim dan menghalangi sel telur yang masuk ke rahim, atau bahkan sampai memakan setiap janin yang sudah jadi (dari pengakuan jin).
35. Kista/Mium, Asam Urat, Kolesterol, Pengapuran. Untuk membedakan penyakit kista medis atau sihir, kita bisa membacakan ayat ruqyah ditangan dan meletakannya diperut. Jika terasa hangat atau panas, maka geser keatas. Jika penyakit pindah maka itu adalah kista dari sihir. 
36. VicTor (Fikiran yang kotor) Jin kadang bersarang dikemaluan (laki-laki) dan dada (berupa hawa panas, bagi perempuan) dan membuat fikirannya kotor saat melihat lawan jenisnya. Memunculkan semua sifat jelek hingga ia menjadi sampah masyarakat.
37. Jomblo Menahun. Sulit menikah, sulit dapat jodoh yang cocok, tidak mau menikah, atau selalu melihat calon suami/istri tiba-tiba menjadi mengerikan hingga akad yang direncanakan bubar. 
38. Pemurtadan Ghaib. Melihat salib saat shalat, berasa tidur di Gereja, bisikan menyebut nama Yesus, ada sosok hitam diarah kiblat dalam shalat, Gelisah akut, dll. 
39. Struk Ringan (tidak bisa berdiri saat mau shalat) atau tidak bisa melakukan gerakan tertentu dalam shalat).
40. Hypertensi, Jantung Bocor, Paru Basah, Batuk Menahun dan penyakit lain yang tidak kunjung sembuh. 
41. Dejavu.
42. Kedutan dan kesemutan disebagian atau seluruh tubuh dengan frekwensi yang mengganggu. 
43. Eksim, atau gatal yang lebih ringan dari itu yang tidak sembuh-sembuh.
44. Anak yang hyperaktif dan sangat nakal, membantah ibu, bertenaga super saat marah, susah dibangunkan shalat dan tidak mau belajar mengaji dan pembantah dengan sorot mata aneh.
45. Anak Indigo; sering bngobrol sendiri dan mengaku memiliki teman ghaib atau memiliki kemampuan indra ke-18 (mampu melihat jelmaan mahluk halus).
46. Sindikat kristenisasi ghaib terstruktur dan terorganisir [ditemukan pertama kali dipalembang, berpusat di gereja katedral jakarta dan berpusat di Vatikan]. Hati-hati dengan buku-buku kristologi dan pastur-pastur liar yg membagikan sesuatu. Juga hati-hati dengan rumahsakit-sakit yg menjadi markas mereka. 
47. Diperkosa Jin. Mimpi atau Halusinasi seakan nyata didatangi laki-laki dlm bentuk bayangan hitam atau bentuk aneh (menyerupai mahluk alien, mahluk alien dll). 
48. Peristiwa hilangnya bayi dalam kandungan.
49. Hambar dalam hubungan suami Istri, Suasana keluarga memanas terus, Pisah ranjang menahun dll. 
50. Ingin Marah saat mendengar Al Qur’an, Mendengar Adzan dan ingin marah atau rasa malas saat bertemu dengan orang yang lurus aqidahnya

Bekam Kolesterol Asam Urat

Bekam saat sehat lebih afdhol..

Bekam YASYFIK 081229894430

Lebih baik mencegah sebelum sakit parah..
Rute Bekam cari melalui google maps: YASYFIK 

Jl. Bledak Anggur 6 No.9 Tlogosari – Pedurungan. Semarang

Setiap Senin – Sabtu jam 08.00 – 17.00 Wib
Pendaftaran hub 081229894430